Ali juga mengungkapkan, di Tidore terdapat begitu banyak potensi wisata bahari dan wisata sejarah yang dapat dibangun di bawah laut. Terlebih, setelah ditemukannya peninggalan bawah laut seperti situs Soasio, Situs Tongowai serta keberadaan beberapa landmark bersejarah seperti istana, masjid, makam, dermaga dan jembatan Kesultanan Tidore.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menyambut baik serta mendukung rencana Pemkot Tidore Kepulauan untuk membangun Museum Bawah Laut tersebut. Bahkan, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia mengungkapkan bahwa pihaknya bersedia untuk kerjasama membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Tidore Kepulauan.
“Saya apresiasi Walikota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim telah melibatkan Bakamla RI dalam pengamanan dan keselamatan laut, dan itu sejalan dengan PP 13 tahun 2022 bahwa leading sektor keamanan laut adalah Bakamla RI,” ungkap Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia.













