Tunduk kepada akidah etika: bahasa pers harus baku, benar, dan baik. Dalam etika berbahasa, pers tidak boleh menuliskan kata-kata yang tidak sopan, vulgar, sumpah serapah, hujatan dan makian yang sangat jauh dari norma sosial budaya agama. Pers juga tidak boleh menggunakan kata-kata porno dan berselera rendah lainnya dengan maksud untuk membangkitkan asosiasi serta fantasi seksual khalayak pembaca.
Contoh Kata dan Kalimat dalam Bahasa Jurnalistik, merujuk pada prinsip bahasa jurnalistik yaitu singkat, padat, lugas, sederhana, lancar, jelas, dan menarik, untuk itu dibuat ketentuan dalam bahasa jurnalistik, antara lain:
1. Penggunaan kata harus ekonomis, Contohnya:
– Melakukan pencurian = mencuri
– Mengajukan saran = menyarankan
– Melakukan pemerasan = memeras
2. Disarankan menggunakan kalimat aktif, contohnya:
– Pemerintah mengatakan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik (Kalimat Aktif)
– Harga Bahan Bakar Minyak akan dinaikkan pemerintah (Kalimat Pasif)













