Sutris (68), kakak kandung Puguh yang tinggal di Dukuh Ngipik, Desa Bulu Lor, mengaku hampir setiap hari datang ke lokasi untuk membantu proses pembangunan rumah adiknya. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi hal penting karena kondisi rumah yang sebelumnya ditempati Puguh memang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
“Kami ini sepuluh bersaudara, sekarang tinggal delapan orang, itu pun ada yang tinggal di luar kabupaten dan luar Jawa. Kami sekeluarga saling mendukung, yang kebetulan adik kami Puguh ini rumahnya benar-benar memprihatinkan. Kami bersyukur rumah Puguh dibangun bapak-bapak TNI, ya kami membantu semampu kami. Kemungkinan nanti hari Rabu semuanya sudah selesai,” ujar Sutris.
Ia menambahkan bahwa, keterlibatan keluarga dalam proses pembangunan bukan hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama anggota keluarga. “Dengan adanya bantuan dari Satgas TMMD dan masyarakat sekitar, beban yang selama ini dirasakan Puguh menjadi jauh lebih ringan,” katanya.













