Sehingga patut disimpulkan dan sah tuk dipertanyakan, apa alasannya oleh para pemujanya, kenapa tidak ada rasa pertanggunggjawaban secara moralitas.
Maka, pertanyaan perbandingannya, “apa iya Anies akan peduli kepada nasib perguruan tinggi lainnya? Atau dunia pendidikan umumnya?” Hal ini logis yang butuh dipertanyakan oleh publik yang mengaku nalar sehat sebagai simbol kecerdasan dan menolak pola cebongisme (poin penting diantara pembeda) kepada Anies selaku alumnus asli UGM.
Sebagai uji kepedulian, kita tunggu apa Anies akan bereaksi terhadap inheren nilai kritisi publik ini?
Setidaknya apa wujud moral support dari Anies terhadap gerakan TPUA/Tim Pembela Ulama dan Aktivis, dan publik lainnya yang sdh berupaya membuka tuduhan inidikasi kuat atas perilaku kepalsuan (moral hazard) ini, yang beritanya sudah booming melalui proses formal (litigasi) baik scr perdata gugatan pengadilan negeri Jakarta Pusat dan proses laporan pengaduan melalui Mabes Polri.