Penghargaan ini, lanjut Oded, bisa menjadi pelecut semangat agar para ASN bekerja lebih giat dan tak ragu dalam berinovasi.

“Saya berharap mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita semua terus memperbaiki, mempercantik Kota Bandung agar semakin juara dari sisi inovasi. Inovasi itu harus ada dalam kinerja kita,” katanya.
Oded pun mendorong agar setiap instansi senantiasa mencari solusi agar bisa memberikan layanan sebaik mungkin kepada masyarakat. Hal yang paling diinginkan adalah inovasi yang bisa memangkas birokrasi sehingga memudahkan akses warga terhadap pelaksanaan publik.
“Memangkas birokrasi yang ada dan meningkatkan kualitas pelayanan yang ada, itu kuncinya,” imbuh pria yang karib disapa Mang Oded itu.
Pada penghargaan IGA 2019, Pemerintah Kota Bandung mempresentasikan 10 inovasi program kepada para dewan juri dari Kemendagri. Kesepuluh inovasi itu antara lain Hayu Gampil, Layad Rawat, Bandung Command Center, Mepeling, Mini Lab Food Security, E-Satria, CEKAS, E-RK, Kang Pisman, Kredit Melati, dan PIPPK.













