Pemda Provinsi juga telah menetapkan status siaga bencana dan pendirian pos komando penanganan darurat bencana.
“Karena Jabar ini kan rawan bencana jadi harus siap siaga bukan hanya Pemerintah Provinsi saja tapi di 27 kabupaten kota juga, termasuk masyarakat harus terus diingatkan,” kata Bey.
Dalam arahannya, Bey meminta seluruh kabupaten kota yang diprediksi terdampak bencana agar melakukan pemantauan intensif kondisi masing-masing wilayah yang berpotensi menjadi sumber bencana. Kemudian menyampaikan informasi ancaman bencana yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Selama status siaga bencana ini Bey memastikan seluruh petugas dalam kondisi siap. “Petugas yang disiagakan BPBD, relawan, TNI Polri dan lainnya semua siap siaga,” ucapnya.
Selain itu, Pemda Provinsi juga sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan kebencanaan di tahun 2024 sebesar Rp125 miliar.













