Kadir Gunduz juga berharap, Coca-Cola Amatil Indonesia kolaborasi ini tidak hanya dapat memperluas bisnis atau cara melayani pelanggan, tetapi juga perusahaan dapat berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja terhadap Industri 4.0 dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Sementara itu CEO Kargo Technologies, Tiger Fang, mengatakan logistik yang didukung teknologi merupakan tren yang terbukti di pasar lain, termasuk India, Cina, dan Amerika Serikat.
“Kami sangat senang dapat bekerja dengan Coca-Cola Amatil untuk lebih mendigitalkan dan mengoptimalkan rantai pasokan mereka di Indonesia,” ujar Tiger Fang.
Di Indonesia, lanjut Tiger Fang, logistik jalan mencapai 16% dari PDB dengan sekitar USD 40 miliar dari anggaran dihabiskan untuk angkutan truk setiap tahun.












