
KOMPAK-Lansia, selalu kompak jalan kaki pagi, hingga 3 kilo meter. (Foto Aki Yunus).
Ungkap dia lagi, nilainya sih lumayan Rp.5.000.000 dengan masa kerja puluhan tahun (red-kurang lebih 25 tahun). “Ya beruntunglah bagi mereka yang mendapat pensiun saat itu, ya kalau bagi saya sih sudah nasibnya begini,” ungkapnya kesal.
Namun, ujar Suwitno, beruntung aku punya delapan rumah kontrakan, sewa rumah dari Rp.500.000 sampai Rp.800.000/bulannya, tapi untuk kain batik sampai saat ini belum aku jahit juga. “Alhamdulillah saat paceklik, tiba-tiba ada yang setor/bayar kontrakan, sehingga keluarga harmonis lagi,” katanya.
Sementara penjelasan mantan pejabat Pemda Kota Sukabumi, saat bincang-bincang dengan awak media sambil jalan santai (red-kelompok pejalan kaki pagi usia 60-80 tahun) Adang Taufik, yang pernah menjabat Camat, Dinas Perhubungan dan Dinas Pemuda olahraga/Parawisata/kebudayaan. “Itu, sebenarnya Surat Keputusan Walikota saat itu, bagian keuangan salah penafsiran/penjabaran, yang akhirnya dirubah kembali Bahkan sempat bagi para pensiunan yang menerima uang kadeudeuh saat itu, harus mengembalikannya,” imbuhnya, sambil nyaneut masakan Ibu APA/Ibu ULEN di daerah Cibeureum hilir. (Aki Yunus).











