“Jadi harus ada sikronisasi antara pemerintah dan organisasi perangkat daerah. Sehingga saat direalisasikan nanti tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Dan bisa betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena tepat sasaran,” ujarnya.
Kang Sugih juga membahas terkait titik tekan pembiayaan di visi misi Kepala Daerah yang diharapkannya bisa memilah dan memilih kegiatan yang betul-betul bermanfaat bagi semua pihak.
Selanjutnya ia menjelaskan, bahwa musrembang ini merupakan bottom up planning yang artinya semuanya bersumber dari bawah, seperti RT/RW, dusun, hingga ke tingkat desa yang direalisasikan melalui musrembang kecamatan.***













