Pada siang harinya, pencarian di laut dimulai dengan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas dan penyelaman bawah laut. Prajurit Posal Nusa Penida turut terlibat langsung dalam upaya penyisiran area bawah laut bersama tim SAR. Hingga pencarian hari pertama dihentikan sementara, korban belum juga ditemukan.
Danposal Nusa Penida Lettu Laut (E) I Ketut Yasa menyatakan bahwa upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. “Kami bersinergi dengan Basarnas dan pihak terkait lainnya untuk mengupayakan pencarian maksimal. Keselamatan dan kecepatan adalah prioritas kami,” tegas Danposal Nusa Penida.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI AL di tengah masyarakat khususnya dalam kondisi kedaruratan, selaras dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.













