Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Moh. Fauzi, M.Ag., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terkait penyuluhan dan pencegahan narkoba. “Alhamdulillah, hari ini teman-teman akan mendapatkan penguatan benchmarking terkait penyuluhan penggiat anti narkoba yang akan dibawakan langsung oleh Kepala BNN Jateng dan timnya. Saya berpesan, mulailah dari diri kita sendiri agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, karena itu merupakan dosa besar. Sebelum menjadi penggiat anti narkoba, kita harus membenahi diri terlebih dahulu,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, mengungkapkan hasil survei nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2023. Berdasarkan survei tersebut, 84,49% pengguna pertama kali mendapatkan narkoba dari teman, sementara 83,1% mengaku mendapatkannya secara gratis. “Alasan utama seseorang mencoba narkoba adalah bujukan teman, dengan angka mencapai 71,4%. Lokasi penyalahgunaan narkoba yang paling umum adalah kost/kontrakan dan rumah teman, dengan persentase 44,1%. Kemudian tiga jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia berdasarkan survei adalah Ganja (42,02%), Shabu (23,74%), dan Nipam (12,06%),” terangnya.












