Di era ketika banyak pemimpin berlomba-lomba terlihat, sosok ini justru tumbuh dari kesederhanaan yang tidak banyak terlihat. Namun justru di situlah kekuatannya.
Sidoarjo hari ini tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan tambak, tetapi juga sebagai tempat di mana nilai keibuan menemukan ruangnya dalam kepemimpinan.
Dan dari sanalah, lahir sebuah harapan baru—bahwa Indonesia ke depan bisa dibangun dengan lebih banyak hati, lebih banyak empati, dan lebih banyak “mbok’e” yang mau ngurusin warganya dengan kelembutan, ketegasan dan kesantunannya di setiap daerahnya, yang sudah selayaknya dijadikan contoh untuk daerah lain.













