Ketiga, merangkul dan menjungjung tinggi nilai-nilai kejawaraan, bersikap gigih, kuat dan berani dalam membela kebenaran serta melindungi yang lemah.
Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Satu saja dilupakan atau tak diindahkan sangat berbahaya, akan sulit meraih sukses sebagaimana dialami oleh Gubernur dan para elite Banten sebelumnya.
Pertanyaannya, apakah Airin termasuk figur politisi penguasa? Apakah Airin belum mengindahkan adagium di atas sehingga harus menerima “hukuman” dikepung? Sebuah pertanyaan serius yang perlu kajian lebih dalam.
Yang sekarang menjadi fokus perhatian masyarakat Banten terutama di kalangan konstituen politik adalah, apakah Airin bisa lolos dari kepungan politik Koalisi Indonesia Maju dan maju melanggeng dalam Pilgub Banten?!













