“Belum ada lawan setimpal bagi Airin untuk terus melaju menjadi Gubernur Banten,” kata salah seorang Timses Airin yang beredar di medsos.
Ketika Prabowo Subianto sebagai ketua Partai Gerindra menawarkan agar Airin bersedia maju jadi calon Gubernur berdampingan dengan Andrasoni, kader politik dari Gerindra yang masih menjabat Ketua DPRD Provinsi Banten, Airin menolak dengan alasan sudah mempunyai calon wakilnya sendiri.
Sikap percaya diri dan penolakan itu rupanya berbuntut panjang. Tujuh partai peserta Pilgub Banten yang berada di bawah hegemoni Koalisi Indonesia Maju (KIM) yaitu partai PKB, Demokrat, PSI, PKS, PPP, PAN, Nasdem, ramai-ramai meninggalkan Airin. Mereka bergabung bersama Gerindra yang mengusung pasangan Cagub dan Cawagub Andrasoni-Dimyati. Airin ditinggal sendirian bersama Golkar yang hingga kini belum menpunyai mitra koalisi setelah PDIP bersikap tarik-ulur dalam menyodorkan kadernya untuk cagub Banten.













