Ketiga, ia sebagai seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Di tengah gelombang gempuran hujatan ia tetap menjalankan tugas mulia sebagai seorang ibu rumah tangga. Menjaga anak-anak dengan penuh kasih sambil terus memberi semangat dan kepercayaan diri kepada semua putra-putrinya hingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang bisa lolos ujian di sekolah dan universitas maupun lolos pula dari ujian pergaulan hidup sosial yang menekan.
Keempat, dalam tekanan sosial dan tentu saja tekanan psikologi, Airin masih bisa terus bekerja keras menjalankan tugas sebagai pejabat publik sebagai Walikota Tangerang Selatan. Rutin masuk kantor, memimpin rapat, melakukan kunjungan kerja ke daerah, menemui warga kota dengan sapaan senyum indah seolah tak terjadi apa-apa pada diri dan keluarga.













