Dalam latihan ini, berbagai aset militer udara dilibatkan dari negara peserta, di antaranya pesawat angkut C-130 dan CN-295 milik TNI Angkatan Udara, CN-235 dari Angkatan Udara Prancis, serta C-130 dari Amerika Serikat dan Jepang.
Latihan Airborne Operations bertujuan untuk melatih kemampuan penyusupan pasukan secara cepat ke wilayah operasi, baik untuk merebut sasaran strategis maupun memperkuat posisi pertahanan. Selain itu, latihan ini juga memperkuat kerja sama militer antar negara dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan Indo-Pasifik.
Adapun skenario latihan meliputi penerjunan massal secara serentak, perebutan lapangan udara strategis melalui serbuan udara, misi lanjutan berupa pengamanan dan konsolidasi pasukan darat, hingga integrasi komando gabungan multinasional.













