“Program Makan Bergizi Gratis ini berlandaskan asas keadilan dan pemerataan. Tanpa melihat siapa orang tuanya, apakah petani, nelayan, pedagang, atau pejabat, seluruh anak mendapatkan menu dan porsi yang sama agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi dan mereka bisa belajar dengan lebih fokus di sekolah,” kata Ade.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga memberikan efek positif bagi perekonomian daerah. Keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Ade berharap melalui sosialisasi ini masyarakat, khususnya lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan, dapat memahami tujuan serta manfaat program MBG sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda.













