Bandung, BEDAnews
Menghadapi pelaksanaan PON XIX tahun 2016 mendatang, Dinas Olahraga Dan Pemuda (Disorda) Jabar mulai melakukan persiapan diri, dimulai dari pengalokasian anggaran tahun anggaran pemprov Jabar 2013 sampai tahun 2016, diantaranya pengalokasian anggaran untuk membangun dan merehab beberapa venues termasuk juga pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik Bandung.
“Pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana untuk PON XIX memakan dana yang cukup besar, untuk itu perlu dianggarakan secara bertahap. Sehingga diharapkan pada saat pelaksanaan PON 2016, semua vunue sudah siap pakai,” ujar Kepala Disorda Jabar yang diwakili Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana, Yus Rojali saat ditemui diruang kerjanya, di Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat Jln. Dr. Rum Bandung, Kamis (1/10).
Selain kaitan dengan anggaran, belum lama ini Disorda Jabar juga melakukan kegiatan sosialisasi persiapan PON di Hotel katulistiwa Jatinangor Sumedang, yang diikuti oleh pengurus Cabor, Dinas Olahraga kabupaten/ kota se Jabar.
Pada pertemuan tersebut Disorda meminta kepada Pemkab/pemkot untuk mendata dan mengajukan proposal untuk menjadi tempat penyelenggara PON, termasuk pembangunan, rehab beberapa venue yang akan digunakan di kabupaten/ kota. Setelah proposal masuk ke Disorda Jabar, akan dikaji oleh Tim dan di verifikasi dengan melibatkan unsur dari Disorda, Bapeda Badan Perencana Pembangunan Daerah), Adbang Setda (administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah), Diskimrum (Dinas Pemukiman dan Perumahan), dan KONI Jabar.
Daerah yang disetujui proposalnya sebagai tempat penyelenggara PON, terutama yang membutuhkan pembangunan venue baru, harus mempersiapkan tanah, sedang pembangunan sarananya didanai oleh APBD Jabar atau APBN, sedangkan untuk rahab venue baik berat maupun ringan didanai oleh APBD Jabar. “Seperti kabupaten Karawang yang dipersiapkan untuk cabor Dayung, kita akan perbaiki sarana dan dipelihara agar tetap baik sampai pelaksanaan PON,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, Pemprov Jabar akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga yang memiliki sarana pertandingan untuk cabor Bolling, Golf. Untuk mempersiapkan Sarana dan prasarana ini membutuhkan dana cukup besar, terutama untuk pembangunan Sarana Olahraga Arcamanik dan membangun beberapa venue baru dan merehab yang kurang layak.
Persiapan ini memang membutuhkan dana yang cukup besar, untuk itu, penganggaran secara bertahap. Kita anggarkan mulai dari tahun anggaran 2013 sampai 2016.
Untuk mewujudkan Jabar Ngahiji Jabar kahiji tentunya, diperlukan kerja sama semua pihak, baik itu Pemprov, Pemkab/pemkot, DPRD Jabar, Swasta dan segenap masyarakat. Sebagai tuan rumah tentunya kita berupaya dan bertekad agar sukses menjadi penyelenggara, sukses pertandingan, sukses jadi juara umum, katanya.
Untuk itu, sudah selayaknya pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik selesai menjelang pelaksanaan PON 2016, selama ini terlambatnya pembangunan SOR Arcamanik terkendala belum keluarnya IMB, tapi alhamdulillah kini IMB-nya dari Pemkot Bandung sudah keluar. Sehingga dalam waktu dekat ini pembangunan sudah dapat dimulai, ujarnya.
Kawasan SOR Arcamanik nantinya selain dibangun Stadion Utama Jabar juga akan dibangun venue untuk Volly Pantai, Game Nasium, Sofball. Arena Laga Satria, Lapangan Tenis, Gedung Pentas. Juga Gedung Disorda Jabar dan Wisma Atlet.
“Insya Allah, kita optimis selesai. Karena waktu yang tersedia masih cukup banyak. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dengan semua pihak, dan dukungan politik will terutama dari DPRD Jabar. dan seluruh masyarakat Jabar,” tandasnya. (hermanto)











