Bandung, BEDAnews
Pasca sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menganggap kebijakan Kementrian Agama Republik Indonesia tentang penyelenggaraan Program Beasiswa Studi (BS) S2 dan S3 tahun anggaran 2012 tidak professional.
Penilaian tersebut terkait pengumuman penyelenggraan Beasiswa Studi untuk program S2/S3 waktunya terlalu sempit, karena tidak bertepatan dengan penerimaan program studi regular. Akibatnya, pihak pasca UIN Bandung kesulitan untuk mengadakan proses akademis karena waktunya proses perkuliahan bertepatan semester pertama program studi regular.
“Ini jelas tidak professional, karena akan timbul kendala menakala program beasiswa studi di gulirkan, sehingga membingungkan pihak kami, seharusnya pengumuman penyelenggaraan program BS bertepatan dengan tes regular, jadi, jauh-jauh hari sudah ada pengumuman, “ kata Direktur Pasca Sarjan UIN Bandung. Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, kepada wartwan diruang kerjanya, Selasa, (2/10).
Asisten Direktur I Bidang akademik, Dr. M. Anton Athoilah, mengatakan pihaknya merasa kebingungan untuk menyelenggrakan program Beasiswa Studi, karena tidak berbarengan dengan program regular yang proses perkuliahannya sekarang sedang berlangsung. Bahkan Anton menyebut pihak Kemenag telah melakukan Mall Administrasi sehingga pihaknya kesulitan untuk melakukan kegiatan akademis program BS.
“Kami kebingungan juga harus menjelaskan ke public, karena bahan untuk menjelaskannya tidak ada, lagian tidak ada kelender akademik yang mengatur tentang itu,“ ujarnya.
Dikatakan Anton, pihaknya untuk tahun 2012 tidak sanggup menyelenggrakan program BS kalau kondisinya seperti ini. Karena itu, sambung dia, langkah yang tepat akan mengusulkan anggaran untuk BS minta dialihkan ke mahasiswa yang sedang/ telah mengikuti perkuliahan regular. ”Kami tidak menolak, tapi tidak siap, kalau tetap menggelar kegiatan akademis program Beasiswa Studi,“ ucapnya.
Hingga kini, 138 peserta S3 dan 86 S2 yang telah lulus administrasi dari 420 peserta yang mendaftar. (hargrib)











