Bandung, BEDAnews
Tak mau kecolongan, Rabu (3/10) Polsekta Regol mengumpulan 28 sekolah yang ada di wilayah hukumnya mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Kegiatan silaturahim yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Regol ini dimaksudkan untuk pemahaman dan antisipasi terjadinya tawuran antar sekolah di kota Bandung.
Kapolsek Regol Kompol Anwar Haidar didampingi Kanit Reskrim Polsekta Regol AKP Sunarya Ishack, menyatakan meski di kota Bandung belum pernah terjadi tawuran, namun pihaknya tak mau kecolongan.
"Kegiatan ini memiliki empat agenda yaitu silaturahim, cara meminimalisir tawuran di antara pelajar, cara menghilangkan senioritas ketika siswa baru masuk ke sekolah tersebut, serta terakhir tentang penyalahgunaan narkoba," jelas Anwar saat ditemui wartawan di Mapolsek Regol, Rabu (3/10).
Anwar mengungkapkan poin-poin yang dibahas menjadi atensi karena banyak kasus yang terjadi dikalangan dipelajar tidak jauh seputar itu. “Apalagi remaja kan termasuk umur yang rawan jadi masih perlu bimbingan agar nantinya tidak melakukan tindakan-tindakan yang negatif,” katanya.
Hasil pertemuan adalah pembinaan terhadap siswa dan siswi merupakan tanggung jawab bersama dari mulai keluarga, sekolah dan lingkungan, kemudian pencegahan sejak dini merupakan langkah jitu ketimbang setelah pembinaan setelah kasus tawuran terjadi.
Seluruh sekolah sepakat untuk meningkatkan kontrol sosial guna peningkatan moral dan perilaku siswa dan siswi sesuai dengan pembinaan dan pengetahuan tentang norma, etika, dan aturan berlaku.
Di samping itu, para sekolah juga kompak untuk menyosialisasikan dan menginternalisasikan kaidah norma, etika dan aturan yang berlaku dengan bekerjasama dengan pihak polisi.
"Sepakat juga untuk menginformasikan sejak dini terkait konflik antar pelajar kepada jajaran kepolisian guna langkah antisifatif. Selanjutnya pertemuan akan secara rutin dilakukan dengan melibatkan guru, murid, kepala sekolah serta kepolisian," paparnya. (Lanie)












