Bandung, BEDAnews
Target pembentukkan Bank Daerah Baru yang lebih peduli pada rakyat Jawa Barat diharapkan dapat terbentuk lebih cepat lebih baik. Hal ini ditegaskan Daddy Rohanady anggota Komisi E DPRD Jabar kepada Bedanews di DPRD Jabar Jum’at (21/9).
“Target pembentukkan Bank Daerah baru ini pinginnya lebih cepat lebih baik dan berharap pansusnya bisa terbentuk tahun ini. Hanya kalau pembentukkan memang butuh waktu, meskipun ada peluang melikwidasi dan sebagainya tapi tetap itu pembentukan perusahaan baru. Seperti pansus II pun yang membahas perubahan bentuk PT dari PDAP tidak bisa serta merta, banyak aspek yang harus dikaji ulang, jangan sampai sepertinya bagus tetapi statenya salah,” tutur Daddy.
Sejauh ini lanjut Daddy, inisiator pendirian bank daerah baru informasinya sudah sampai angka 26, tetapi yang pasti pengusul ini harus memaparkan dulu daftar berfikir, kenapa alasannya dan sebagainya, untuk kemudian itu dalam bentuk paripurna bersama kawan-kawan dari lintas fraksi, karena wajar saja beda pemikiran meskipun satu fraksi bisa jadi beda persepsi.
“Sebagai pengusul no 5, saya betul-betul berharap kawan-kawan bisa memahami itu karena dalam beberapa waktu hanya terserap 5 persen sangat memprihatinkan bakan hanya itu saya itu sedih sekali,” ungkapnya.
Saya tak tahu nanti bagaimana berujungnya di pansus, kalau di pansus dan paripurna nanti sepakat jadi likwidasi saja BPR bisa saja seperti itu jadinya. “Ekstremnya ketimbang kita membuat infrastruktur yang baru kan tidak mudah, butuh SDM, infrastruktur dan lain sebagainya. Itu tidak sederhana butuh cukup besar anggaran pengusung tahu dan sadar benar itu. Tapi karena ini semua berangkat dari spirit keprihatinan urusannya ketika ada satu kondisi kita butuh solusi, ,” katanya.
Hanya meskipun kemarin sempat mencuat diskusi, apakah lembaga baru ini bisa memberikan PAD sesuai dengan harapan, nah justru disini PR kita semua untuk mengawal jangan sebatas hanya semangat mendirikan lembaga baru tanpa punya pengawasan atau langkah yang lebih terstruktur. Katakanlah kemarin kita “kecolongan” kalau ternyata Bank Jabar dengan IPO berkonsekwensi seperti ini.
“Kita lihat kedepan masihkah kita punya keinginan untuk menjadikan kalau berkembang lembaga ini kita perlakukan seperti Bank jabar ini jadi PR dan harus dipikirkan solusinya”.
Sebenarnya dirinya melihat kalau ada perubahan sikap mendasar dari Bank Jabar untuk mengakomodir spirit dari teman-teman di gedung (DPRD) ini. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu dipersoalkan namun ketika disparitas sedemikian besar, tidak sesuai dengan harapan kita, “Pak Bin (dirut BJB) lah bagaimana mengintruksikan anak buahnya,” harap Daddy. (hermanto)












