Jakarta, BEDAnews.com
Dakwah artinya mengajak kebaikan, bukan mengajak kepada kebodohan. Dakwah Rasul SAW, betul -betul mengajak umat manusia kepada kebenaran, kebaikan, kedamaian, dan menuju rahmatan lil alamin. Banyaknya pemikiran model dakwah Islam semakin banyak. Model inilah yang menjadi pemikiran Ust. Tetty Arum Chudiroh, S. H.I bagaimana dakwah Islam yang rahmatan lil alamin. Dengan pembinaan Muballighah se-Jabodetabek tema "Jadilah Muballighah Profesional". Dengan kegiatan ini, dimaksudkan akan menghasilkan pendakwah-pendakwah profesional sesuai harapan dakwah Rasulullah SAW.
Menurutnya, dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah adalah dakwah yang lemah lembut, ajaran Islam juga tegas dalam urusan amar makruf nahi mungkar. Nahi munkar, itu perintah dan sifatnya instruktif. Rasulullah SAW itu selalu tegas dalam menegakkan perintah Allah SWT.
Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut, mengusung dakwah "ummatan washatan, hindarkan dakwah -dakwah dengan kekerasan dalam menegakkan amar makruf nahi munkar. Dakwah secara profesional yang rahmatanlilalamin perlu bersi nergi dengan pemilik kekuasaan yang punya wewenang dalam kekuasaan tersebut. "Nah, disinilah dakwah fleksibelitas ajaran Islam," tegas Ust. Tetty Arum Chudiroh dalam keterangan susai acara seminar sehari Pembinaan Muballighah se-Jabodetaeb tema"Jadilah Muballighah Profesional", (21/1) di Masjid Istiqlal.
Umat Islam, harus berhati-hati dalam menyikapi perkembangan dakwah akhir-akhir ini. Karena, ajaran Islam tidak pernah mengenal teror. Yang ada perang, untuk melawan musuh, bukan teror. Dan, yang penting umat Islam, para pendakwah perlu waspada adanya propaganda dari media-media Islamofobia yang selalu siap mengadu domba. Kesalahan umat Islam sebagian kecil adalah bisa menjadi amunisi menghacurkan balik.
Tugas umat Islam adalah berhati-hati menggunakan nama Islam, Ketikan suatu kelompok mengklaim dirinya adalah Islam ,akan tetapi tidak bisa mencerminkan jatidiri Islam yang rahmatan lilalamin. Tugas kita adalah beriman, kemudian beramal. Dengan demikian, umat Islam bermanfaat bagi orang lain.
Sementara Pembicara Drs. H. Khoirudin, M. Si, Dirjen Bimas Islam menjelaskan, ormas Islam adalah aset bangsa dan perlu dijaga dan dibina. Ormas Islam juga merupakan alat pemersatu umat dan bangsa. Umat Islam perlu terus menerus ada pembinaan dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan untuk mewujudkan kedamaian. Dalam kegiatan ini, konsep Islam moderat (dakwah yang moderat) bukanlah hal dakwah yang baru. "Dakwah ini, menjadi merupkan dakwah profesional. Jika, dilihat dari sejarah munculnya Islam di tanah air.
Proses-proses persyariatan selalu terkesan moderat. Yang ditandai dengan istilah nabi SAW, yaitu sebaik-baik urusan adalah urusan pertengahan. "Coba kita lihat dalam proses dakwah Islam pertama pereode awal adalah fokos dakwah risalah Islam bicara soal akidah -akhlak. Baru pereode Madinah, Rasul menegakkan amar makruf nahi mungkar," tegas H. Choirudin.
Narasumber yang turut memberikan materi Drs. H. Mubarak, M.S.i, Prof. Dr. H. Ali Mustofa Yacob, Ust Hj. Munawati, M.pdI, Ir. joko Setyoso, ST,C,FT,C,HE,NLP. (WAR)












