Bandung, BEDAnews — Kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap maraknya modus kejahatan digital serta penipuan online (scam) kian mendesak untuk ditingkatkan. Persoalan ini bukan lagi sekadar tanggung jawab individu, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi lintas sektor dari berbagai kalangan.
Guna mewujudkan ruang digital yang aman dan sehat, Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat (PWI Jabar) bersama Jurnalis Hukum Bandung (JHB) siap menggelar seminar Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026 di Pendopo Wali Kota Bandung pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Mengusung tema “Ruang Digital Aman di Era AI: Mitigasi Risiko, Perlindungan Transaksi Digital, dan Penguatan Kepercayaan Publik”, BDSF 2026 menghadirkan pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sebagai Keynote Speaker.
Forum strategis ini juga akan dihadiri oleh kepala daerah yang aktif mendorong transformasi digital di birokrasi, yakni Wali Kota Bandung M. Farhan serta Bupati Sumedang Dr. H. Donny Ahmad Munir, S.T., M.M., CRMP.
Diskusi panel seminar ini akan menghadirkan para narasumber kredibel dari berbagai lembaga terkemuka, di antaranya Rianti Dwiyani (Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Jabar, Bambang Setiadi (Pemimpin Divisi IT Security bank bjb), Satriyo Wibowo (Praktisi Pelindungan Data Pribadi, Yogi Rizkian Bahar (CEO LinkAja).

Ketua Panitia Penyelenggara BDSF 2026, Yedi Supriyadi, menyampaikan bahwa persiapan acara telah memasuki tahap final dan berjalan sesuai timeline—mulai dari kesiapan venue, konfirmasi kehadiran narasumber, hingga antusiasme peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, dan unsur komunitas.
Diselenggarakan secara gratis, kuota 200 peserta yang disediakan panitia terisi penuh (full booked) menjelang H-3 pelaksanaan. Menurut Yedi, tema yang diangkat dalam BDSF 2026 sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat sehari-hari yang tidak terlepas dari aktivitas digital.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan mendapatkan literasi mendalam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai macam modus kejahatan digital, mulai dari phising, penipuan transaksi belanja online, social engineering, hingga love scamming.
”Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga ruang digital dari bahaya scam, sekaligus memperluas wawasan terhadap perkembangan modus kejahatan digital yang kian kompleks,” tutur Yedi, Selasa (27/10/2026).
Yedi berharap, kehadiran para pembicara kompeten dapat menjadi pengingat bahwa penanggulangan kejahatan digital tidak bisa dibebankan kepada satu atau dua lembaga saja, melainkan membutuhkan gerakan bersama (shared responsibility).
”Korban kejahatan digital tidak pandang bulu; bukan hanya menimpa masyarakat berpendidikan rendah, tetapi hampir semua kalangan kini rentan menjadi sasaran,” tambahnya.
Sebagai puncak rangkaian acara, BDSF 2026 juga akan diisi dengan penandatanganan Pernyataan Sikap Bersama sebagai komitmen kolektif dalam menciptakan ekosistem ruang digital yang aman.
”Dari Bandung untuk Indonesia, melalui BDSF 2026 kita harapkan masyarakat semakin melek dan waspada terhadap kejahatan digital, sementara pemerintah terus memperkuat perlindungan bagi warganya di ruang siber,” pungkas Yedi.
Selain mendapatkan ilmu dan wawasan strategis, seluruh peserta terdaftar yang hadir dalam seminar ini juga akan membawa pulang suvenir menarik serta berkesempatan memenangkan berbagai doorprize.













