KUALA KAPUAS ll Bedanews.com – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menerima kunjungan tim dari RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dalam rangka monitoring, evaluasi, supervisi dan advokasi penyelenggaraan layanan jantung dan pembuluh darah, khususnya kesiapan operasional unit layanan Catheterization Laboratory (CathLab), Kamis (22/10)
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesiapan fasilitas pelayanan, sarana dan prasarana, serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung penyelenggaraan layanan jantung dan pembuluh darah di rumah sakit rujukan tingkat lanjut (FKRTL) Kabupaten Kapuas.
Direktur RSUD Kapuas, dr. Hj. Delianae, menyambut langsung kedatangan rombongan bersama jajaran manajemen rumah sakit, meliputi kepala bagian, kepala bidang, kepala subbagian, kepala seksi, serta staf terkait. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular bagi masyarakat Kabupaten Kapuas.
Tim RSUD Doris Sylvanus yang hadir terdiri atas dr. Febiyanda Aris Nugraha, M.Kes, selaku Kepala Seksi Pengembangan Mutu Pelayanan Medik, dr. Yusuf Galenta, Sp.JP-FIHA, selaku dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardiovaskular, Tri Tunggal Dewi, S.Kep, Ns, selaku perawat ahli Tim Pengampu Kardiovaskular, serta Leintoni, S.Kep, selaku perawat mahir.
Dalam kegiatan tersebut, supervisi dan advokasi difokuskan pada evaluasi penyelenggaraan layanan jantung dan pembuluh darah, termasuk kesiapan operasional CathLab. Melalui kunjungan lapangan ini, diharapkan dapat teridentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat, agar pelayanan dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan dan memeratakan akses pelayanan kardiovaskular melalui penguatan jejaring pengampuan rumah sakit. Program tersebut mendorong rumah sakit penerima pendampingan, agar mampu mengembangkan layanan secara berkelanjutan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang kompeten.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan pelayanan jantung dan pembuluh darah menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas, aman dan sesuai kebutuhan medis.
Melalui kegiatan monitoring, supervisi dan advokasi ini, RSUD Kapuas diharapkan memperoleh masukan konstruktif, serta rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kesiapan dan mutu pelayanan kardiovaskular. Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Kabupaten Kapuas terhadap pelayanan jantung dan pembuluh darah yang optimal tanpa harus selalu dirujuk ke daerah lain.
Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Kapuas diharapkan dapat berkontribusi terhadap penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah yang lebih baik, peningkatan keselamatan pasien, serta peningkatan kualitas hidup dan harapan hidup masyarakat. (Tatang Progresif).













