• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Menagih Resolusi di Antara Baju Koko dan Kepulan Asap Kopi: Refleksi Hari Santri Nasional

Menagih Resolusi di Antara Baju Koko dan Kepulan Asap Kopi: Refleksi Hari Santri Nasional

angel angel by angel angel
23 Oktober 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: M.R. Mualimin

YOGYAKARTA || Bedanews.com – Pagi di tanggal 22 Oktober 2026, wewangian parfum seribu bunga dan deretan baju koko putih kembali memadati jalanan desa hingga sudut kota. Di warung kopi Pak Min—sebuah ruang publik bersahaja di pinggiran daerah—beberapa santri kawakan dan warga berkumpul mengelilingi meja kayu yang kusam. Di atas meja, layar gawai menampilkan siaran langsung upacara Hari Santri Nasional. Diiringi aroma kopi hitam dan kepulan asap rokok kretek, muncul satu pertanyaan jujur di tengah obrolan santai: di mana posisi santri ketika realitas sosial di luar tembok pesantren bergerak begitu cepat dan sering kali menghimpit?

Peringatan Hari Santri tak boleh berhenti pada deretan pawai dan seremonial megah. Jika kita menengok catatan sejarah, KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya Berangkat dari Pesantren (Jakarta: LKiS, 2013, hlm. 145) menggambarkan bahwa sejak era kemerdekaan, pesantren selalu menjadi garda depan yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat paling bawah, bukan menara gading yang berjarak. Semangat Resolusi Jihad 1945 lahir bukan sekadar untuk seremoni, melainkan respons atas krisis riil yang mengancam kedaulatan rakyat.

BeritaTerkait

Terpaksa Mengunakan Swadaya dan Gotong-royong, untuk Pembangunan Jalan Warga kampung Saluyu Cianjur

23 Oktober 2026

BKPRMI DKI Dorong Sertifikat Juara FASI Bisa untuk Jalur Prestasi

23 Oktober 2026

Namun, potret Indonesia hari ini menghadirkan tantangan yang jauh berbeda. Di era digital dan ketimpangan ekonomi yang makin nyata, masyarakat awam berhadapan dengan gelombang disrupsi pekerjaan, maraknya judi online yang merusak sendi keluarga, hingga polarisasi media sosial. Di sinilah peran keagamaan dan keilmuan santri diuji secara kritis. Sebagaimana dianalisis oleh Martin van Bruinessen dalam karyanya Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat (Bandung: Mizan, 1995, hlm. 88), tradisi keilmuan pesantren memiliki daya lentur dan kekuatan transformatif jika mampu menjembatani teks-teks klasik (turats) dengan dinamika modernitas.

Santri masa kini tidak hanya dituntut mahir mendalami kaidah nahwu-sharaf atau menghapal matriks keilmuan klasik, tetapi juga mampu hadir menjadi problem solver di tengah masyarakat. Ketika petani mengeluh kesulitan pupuk, atau generasi muda terjebak kecemasan finansial, nilai-nilai kemandirian pesantren harus terwujud dalam aksi nyata: pendampingan ekonomi berbasis umat, advokasi sosial yang adil, serta literasi digital yang mencerahkan.

Saat cangkir kopi Pak Min menyisakan ampasnya, upacara di layar gawai pun usai. Peringatan Hari Santri tahun 2026 ini memberikan refleksi mendalam bahwa sarung dan peci yang dikenakan jutaan santri adalah simbol tanggung jawab moral yang besar. Hari Santri adalah panggilan untuk terus merawat akal sehat, memperjuangkan keadilan sosial, dan menjaga agar napas keagamaan senantiasa memberi sejuk bagi setiap lapisan masyarakat Indonesia.***

Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Previous Post

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI. Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Next Post

Perkumpulan Orang Banten Gelar Baduy Lestari dan Milad Ke-8 PUB, Salurkan 70.000 Bibit Tanaman untuk Masyarakat Adat Baduy

Related Posts

Ragam

Terpaksa Mengunakan Swadaya dan Gotong-royong, untuk Pembangunan Jalan Warga kampung Saluyu Cianjur

23 Oktober 2026
Ragam

BKPRMI DKI Dorong Sertifikat Juara FASI Bisa untuk Jalur Prestasi

23 Oktober 2026
Ragam

Perkumpulan Orang Banten Gelar Baduy Lestari dan Milad Ke-8 PUB, Salurkan 70.000 Bibit Tanaman untuk Masyarakat Adat Baduy

23 Oktober 2026
Ragam

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI. Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

23 Oktober 2026
Ragam

Papan Pengumuman Kementerian PUPR, Membuat Warga Terdampak Proyek Jalan Tol Seksi 4 Sengsara Selama 8 Tahun?!?

23 Oktober 2026
Ragam

Hakim Se-Jateng Dalami Forensik Digital, Perkuat Kualitas Pembuktian di Persidangan

23 Oktober 2026
Next Post

Perkumpulan Orang Banten Gelar Baduy Lestari dan Milad Ke-8 PUB, Salurkan 70.000 Bibit Tanaman untuk Masyarakat Adat Baduy

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021