• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Amplop Segel dan Jeritan Sunyi di Pinggir Jalur Pantura

Amplop Segel dan Jeritan Sunyi di Pinggir Jalur Pantura

angel angel by angel angel
18 Oktober 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: M. Rofik M.

YOGYAKARTA || Bedanews.com – Saban menjelang tahun ajaran baru atau pembagian rapor, raut muka Siti—bukan nama sebenarnya—seorang ibu rumah tangga di salah satu desa pesisir Demak, selalu diliputi kecemasan. Di tengah himpitan banjir rob yang kerap menerjang pemukiman dan menggerus mata pencaharian warga, ia masih harus memutar otak menghadapi lembaran iuran sekolah sang anak. Katanya pendidikan gratis, tetapi ada saja dalihnya: sumbangan pembangunan gedung, uang pendaftaran ulang, hingga pembiayaan “pembelian seragam khusus”. Praktik semacam ini seolah menjadi rahasia umum yang mengendap dalam sistem pendidikan dasar dan menengah kita.

Fenomena pungutan liar (pungli) di lembaga pendidikan bukanlah sekadar persoalan oknum nakal, melainkan penyakit struktural yang sistematis. Dalam laporan penelitian Korupsi Sektor Publik dan Budaya Patronase di Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2021, hlm. 112), Sosiolog Ahmad Budi Santoso menegaskan bahwa praktik pungutan tak resmi kerap berlindung di balik benteng norma kesukarelaan yang dimanipulasi oleh pihak komite sekolah. Ketika anggaran operasional resmi dari pemerintah dinilai tak mencukupi, sekolah mencari jalan pintas dengan memanfaatkan posisi tawar orang tua murid yang lemah.

BeritaTerkait

Bandung Jadi Lautan Domino, Lebih dari 1.000 Peserta Meriahkan PORDI Series 5

18 Oktober 2026

SPS, AMSI dan Forum Pimred, Dukung Nasir Lanjutkan Kepemimpinan PWI Aceh

18 Oktober 2026

Jika kita menengok belahan dunia lain, pola represi finansial terhadap orang tua murid ini menunjukkan kemiripan yang mengkhawatirkan. Peneliti pendidikan Amerika Latin, Carlos Mendoza, dalam karyanya Descentralización Educativa y Desafíos de Rendición de Cuentas en Paraguay (Asunción: Editorial Hispana, 2018, hlm. 87), menyebutkan bahwa desentralisasi yang tidak diimbangi pengawasan ketat hanya memindahkan celah korupsi dari tingkat pusat ke tingkat lokal. Sekolah-sekolah di daerah menjadi sarang pungutan informal akibat lemahnya sistem kontrol sosial warga.

Kondisi tersebut makin diperparah oleh hilangnya transparansi tata kelola. Pakar kebijakan publik asal Spanyol, María Elena Gómez, melalui bukunya Sistema de Supervisión Financiera Escolar y Transparencia Pública (Madrid: Ediciones Akal, 2019, hlm. 145), menjelaskan bahwa tanpa audit independen yang dapat diakses publik, dana partisipasi masyarakat akan selalu tergelincir menjadi instrumen pungli yang tidak bermoral.

Lantas, bagaimana keluar dari lingkaran setan ini? Kita bisa meniru ketegangan reformasi pendidikan yang diterapkan di Australia. Sosiolog pendidikan Helen Taylor dalam bukunya Equity in Primary Education Access in Australia (Sydney: Allen & Unwin, 2020, hlm. 203) membuktikan bahwa transparansi anggaran berbasis platform digital terbuka serta jaminan perlindungan penuh bagi pelapor (whistleblower) mampu menekan angka pungutan ilegal hingga ke titik terendah.

Di Demak, solusi tidak boleh berhenti pada seruan moral semata. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan harus memberdayakan pengawasan independen berbasis masyarakat, membuka transparansi anggaran sekolah secara transparan hingga ke papan pengumuman desa, dan memberikan sanksi administratif hingga pidana yang tegas bagi pelakunya. Pendidikan adalah hak dasar anak bangsa, bukan komoditas tempat memeras pundi-pundi masyarakat kecil yang sedang berjuang di tengah himpitan hidup.***

Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Previous Post

Bandung Jadi Lautan Domino, Lebih dari 1.000 Peserta Meriahkan PORDI Series 5

Next Post

Perkuat Interoperabilitas TNI, Helikopter Skadron Udara 45 Laksanakan Latihan di KRI Sriwijaya-100

Related Posts

Ragam

Bandung Jadi Lautan Domino, Lebih dari 1.000 Peserta Meriahkan PORDI Series 5

18 Oktober 2026
Ragam

SPS, AMSI dan Forum Pimred, Dukung Nasir Lanjutkan Kepemimpinan PWI Aceh

18 Oktober 2026
Ragam

Reaktualisasi Nilai Pancasila, Karya Dua Kandidat Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siap Terbit Secara Nasional

18 Oktober 2026
Ragam

KABINET GEMUK: APAKAH SEMAKIN BANYAK PEJABAT, SEMAKIN KUAT PEMERINTAHAN?

18 Oktober 2026
Ragam

YAYASAN PERSADA MORO TIGA DELAPAN DEKLARASIKAN GERAKAN TOILET SEKOLAH BERSIH, DORONG BUDAYA HIDUP SEHAT ANAK INDONESIA SEJAK DINI

18 Oktober 2026
Ragam

PESAN DAN HARAPAN DARI MASYARAKAT YANG SELALU BERSAMA POLRI TERCINTA

18 Oktober 2026
Next Post

Perkuat Interoperabilitas TNI, Helikopter Skadron Udara 45 Laksanakan Latihan di KRI Sriwijaya-100

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021