YOGYAKARTA || Bedanews.com – Di pinggiran RT 05, Bang Juned mendadak sibuk luar biasa. Bukan karena dagangan basonya laris manis, melainkan antrean tetangga yang minta difotokan KTP. Iming-imingnya menggiurkan: buat rekening bank baru, dapat isi saldo puluhan ribu rupiah gratis, plus janji sembako. Di balik fenomena akar rumput ini, ada perputaran dana raksasa mencapai Rp11 triliun yang menyasar jutaan rekening baru di seluruh penjuru negeri.
Bagi orang awam, ini terlihat seperti angin segar di tengah cekikan ekonomi. Siapa yang menolak uang kaget? Namun, jika ditelisik lebih dalam, fenomena ini bukanlah sekadar program bagi-bagi rezeki biasa. Ini adalah operasi pencaplokan data pribadi secara murni dan masif yang sengaja dirancang untuk memasok mesin big data menyongsong Pemilu 2029.













