• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Rafly Jatilukito Ajak Generasi Muda Kawal September Hitam dengan Aksi Damai

Rafly Jatilukito Ajak Generasi Muda Kawal September Hitam dengan Aksi Damai

Asep Budi by Asep Budi
10 September 2026
in Profil
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA || Bedanews.com — Momentum September Hitam kembali menjadi ruang refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merawat ingatan kolektif terhadap berbagai persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sekaligus mendorong negara agar terus memperkuat komitmen terhadap demokrasi dan keadilan.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Rafly Jatilukito, Sekretaris Jenderal Basecamp Demokrasi sekaligus tokoh senior di komunitas pelajar, melalui keterangannya, Kamis (10/9).

Ia menegaskan bahwa, mengingat sejarah bukan berarti membuka kembali luka untuk menciptakan permusuhan, melainkan menjadi bagian dari upaya memastikan tragedi kemanusiaan tidak kembali terulang.

BeritaTerkait

Almarhum H. Fathan Subchi. (Foto Doc. BPK).

Fathan Subchi, Pengabdian yang Berpulang, Kebaikan yang Tetap Dikenang

1 November 2026
Pemimpin redaksi owrite.id, Sayid Iskandarsyah. (Foto Ist).

Setahun Perjalanan owrite.id: Optimisme Membangun Pers Modern

6 Oktober 2026

“Perjuangan mengingat sejarah bukanlah upaya untuk membuka kembali luka demi menciptakan permusuhan, melainkan ikhtiar untuk memastikan bahwa tragedi kemanusiaan tidak kembali berulang,” ujar Rafly.

Menurut Rafly, negara perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan pelanggaran HAM, membuka ruang transparansi, serta memastikan setiap proses hukum berjalan secara independen dan berkeadilan.

Keadilan bagi korban, kata dia, bukan hanya persoalan moral, tetapi juga merupakan tanggung jawab negara terhadap warga negaranya.

Rafly juga menilai, demokrasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kebebasan menyampaikan pendapat. Demokrasi harus diwujudkan melalui keberanian negara untuk mendengar kritik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki kebijakan.

“Kritik terhadap pemerintah, aparat, maupun institusi negara merupakan bagian penting dari kehidupan demokratis selama disampaikan berdasarkan data, argumentasi, dan kepentingan publik,” katanya.

Karena itu, ia menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan dialog, keterbukaan, dan mekanisme hukum dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut hak-hak masyarakat. Pendekatan represif, menurutnya, tidak seharusnya menjadi pilihan dalam menghadapi kritik dan perbedaan pendapat.

Lebih lanjut, Rafly menyebut, September Hitam harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk membangun kesadaran kritis terhadap perjalanan bangsa.

Ia menolak segala bentuk pengaburan sejarah, pembungkaman suara korban, maupun politisasi penderitaan manusia untuk kepentingan kelompok tertentu. Namun, perjuangan tersebut harus tetap dilakukan dalam koridor etika, hukum dan kemanusiaan.

“Kami percaya bahwa suara yang lantang tidak harus diwujudkan melalui kekerasan. Keteguhan sikap justru dapat ditunjukkan melalui argumentasi yang kuat, disiplin massa, dan aksi yang tertib,” tegasnya.

Rafly mengajak seluruh peserta aksi September Hitam untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi moral dalam memperjuangkan Indonesia yang lebih demokratis, adil dan menghormati HAM.

Ia menegaskan tiga hal utama yang menjadi pesan dalam momentum tersebut, yakni kebenaran harus dibuka, keadilan harus ditegakkan, dan negara harus memastikan adanya jaminan agar pelanggaran HAM tidak kembali terulang.

“Kami menyerukan kepada seluruh peserta aksi untuk menjaga perjuangan ini tetap damai, kritis, tertib, dan bermartabat. Perjuangan yang besar tidak membutuhkan kerusakan untuk membuktikan keberaniannya,” pungkas Rafly. (Red).

Previous Post

AMIN ABDULLAH, Direktur Musik Kemenekraf Luncurkan Single “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”

Next Post

Festival Bangunan Hijau di ITB Bahas Inovasi Material untuk Tekan Emisi Konstruksi

Related Posts

Almarhum H. Fathan Subchi. (Foto Doc. BPK).
Profil

Fathan Subchi, Pengabdian yang Berpulang, Kebaikan yang Tetap Dikenang

1 November 2026
Pemimpin redaksi owrite.id, Sayid Iskandarsyah. (Foto Ist).
Profil

Setahun Perjalanan owrite.id: Optimisme Membangun Pers Modern

6 Oktober 2026
Ekonomi

Setwan Jabar Buka Saluran Aspirasi 24Jam. Tapi Dewan Ingatkan Tidak Memicu Harapan Palsu.

29 September 2026
Profil

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

26 September 2026
Profil

SISWA SDIT BMUQ KOTA BEKASI, RAIH JUARA 1 & 2 TAEKWONDO JAKARTA OPEN CHAMPIONSHIP 2026

4 September 2026
FOTO : Encum Sumirah saat menerima sertifikat kelulusan dari ketua sidang usai mempertahankan disertasi meraih doktor hukum islam di pascasarjana UIN SGD Bandung/Senin, 24 agustus 2026/Bedanews.com/istimewa
Hukum

Temukan Model Baru Penyelesaian Sengketa Haji Khusus, Encum Sumirah Raih Doktor Hukum Islam di UIN SGD Bandung

2 September 2026
Next Post

Festival Bangunan Hijau di ITB Bahas Inovasi Material untuk Tekan Emisi Konstruksi

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021