• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » 17.371 Hotspot Terdeteksi di Kapuas, 1.530 Hektare Lahan Terbakar: Bara Api Gambut Masih Mengintai

17.371 Hotspot Terdeteksi di Kapuas, 1.530 Hektare Lahan Terbakar: Bara Api Gambut Masih Mengintai

Asep Budi by Asep Budi
10 September 2026
in TNI-POLRI
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

KUALA KAPUAS ll Bedanews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya reda. Hingga 5 September 2026, tercatat 198 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.530,92 hektare.

Tak hanya itu, pemantauan sepanjang periode 1 Januari hingga 5 September 2026 mencatat 17.371 hotspot di wilayah tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Internal Polres Kapuas bertema Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran 2026 yang diikuti 10 peserta.

BeritaTerkait

TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026

Para Serdik didampingi Kombes Pol Eka Djunaidi dan Kombes Pol Andi Sofian. FGD turut dihadiri pejabat utama Polres Kapuas, para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas.

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari diwakili Wakapolres Kapuas, Kompol Susilowati mengatakan, Kapuas termasuk lima besar dalam upaya penanggulangan karhutla di Polda Kalimantan Tengah, ujar Susilowati, Kamis (10/9/2026).

*146 Kali Pemadaman Dilakukan*

Tingginya aktivitas hotspot dan kejadian karhutla, membuat upaya pemadaman terus dilakukan. Data Polres Kapuas mencatat petugas telah melakukan 146 kali pemadaman darat serta 89 kali pengecekan karhutla dan hotspot.

Kendati demikian, hingga 5 September 2026 tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat karhutla.

Sejumlah wilayah menjadi perhatian karena memiliki potensi kebakaran, terutama kawasan hulu. Di antaranya Sungai Hanyo, Kapuas Tengah, Kapuas Murung dan Pasak Talawang. Kebakaran juga terjadi di Desa Tabore dan Katunjung.

Sedangkan delapan wilayah menjadi prioritas pemadaman, yakni Kapuas Tengah, Mantangai, Timpah, Dadahup, Kapuas Murung, Kapuas Timur, Basarang dan Kapuas Barat.

*Api Padam di Permukaan, Bara Bisa Masih Hidup*

Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu persoalan terbesar dalam penanganan karhutla di Kapuas.

Api yang terlihat telah padam di permukaan bukan berarti kebakaran benar-benar selesai. Bara dapat bertahan di bawah lapisan gambut dan sewaktu-waktu kembali menimbulkan asap maupun api.

Karena itu, proses pemadaman membutuhkan pengecekan berulang untuk memastikan titik api benar-benar mati. Kondisi tersebut juga membuat pencegahan menjadi jauh lebih penting dibandingkan hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.

Kombes Pol Eka Djunaidi mengatakan, FGD tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan unsur kepolisian dan pemerintah daerah guna bertukar pengalaman mengenai strategi penanganan karhutla.

“Karhutla terjadi setiap musim kemarau panjang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama, termasuk melibatkan masyarakat,” kata Eka.

*Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan*

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menekan potensi karhutla. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi lebih awal munculnya titik api dan segera melaporkannya kepada petugas.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, aparat kewilayahan hingga masyarakat pun terus didorong, agar upaya mitigasi tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi.

Dengan kondisi lahan gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan, setiap titik api membutuhkan perhatian serius. Pencegahan sejak dini dan respons cepat menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla meluas di Kabupaten Kapuas. (Tatang Progresif).

Previous Post

Kemhan Perkuat Kesadaran Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli di Jawa Barat

Next Post

Air Mata di Pucung: Mahasiswa KKN STAI Yogyakarta Harus Bilang “Sampai Jumpa”

Related Posts

TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
TNI-POLRI

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026
TNI-POLRI

Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha: Mengawal Presiden Sebagai Kepala Negara, Tanggung Jawab Besar

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Terjang Medan Terjal, Pastikan Sumber Air Bersih Warga Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Next Post

Air Mata di Pucung: Mahasiswa KKN STAI Yogyakarta Harus Bilang "Sampai Jumpa"

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021