MADIUN || Bedanews.com – Musim kemarau panjang membuat air menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi petani. Di tengah teriknya matahari, hamparan sawah di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mulai mengering. Tanah yang biasanya dialiri air kini membutuhkan perhatian lebih agar tetap bisa ditanami.
Bagi petani di sana, kondisi itu bukan persoalan sederhana. Ketersediaan air menjadi penentu apakah sawah mereka dapat kembali produktif atau harus menunggu hingga musim hujan tiba.
Namun, di tengah kesulitan tersebut, secercah harapan hadir melalui program irigasi perpompaan. Lewat program tersebut, Babinsa Geger, Sertu Nur Amarudin bergotong-royong bersama warga mengerjakan pemasangan jaringan pipa.
Nur mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan pembangunan sarana irigasi tersebut dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.













