DEMAK || Bedanews.com – Momentum MPLS Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di sejumlah SMA/SMK, dan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di Madrasah Aliyah, Tahun 2026, jadi bidikan Bawaslu Demak untuk mengedukasi tatanan demokrasi, menguatkan Karakter Profil Pelajar Pancasila.
Hal itu dilakukan oleh BAWASLU bersama PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak, dalam Sosialisasi Pengawasan & Pendidikan Politik (Wasdikpol) bagi 1.500 Pemilih Pemula, di sejumlah Sekolah jenjang SMA/MA/SMK yang tersebar di Kabupaten Demak, Selasa (14/7/2026).
Dalam sosialisasinya, Ketua BAWASLU, Ulin Nuha, SH, MH, menjelaskan bahwa, Sosialisasi Wasdikpol mengajak siswa untuk mengenal pentingnya pengawasan pemilu sejak dini.
“Kami mengajak dan mengedukasi bagi adek-adek pelajar sebagai pemilih pemula, agar tidak sebatas menggunakan hak suara di TPS saja, namun mampu berperan sebagai pengawas partisipatif jalannya tahapan pemilu yang jurdil berintegritas,” kata Ulin Nuha didampingi tim kerja Bawaslu.
Sementara itu, Ketua PGSI Demak, Ng. Noor Salim, S.Pd.I, Gr, C.PLA. yang didampingi Ketua PGSI Karangawen, Juwahir, M.Pd, menyampaikan pentingnya Sosialisasi Wasdikpol bagi Pemilih Pemula, untuk menjadi Agent of Change Demokrasi.
“Alhamdulillah, bertempat di Aula SMKN Karangawen, hari ini dilakukan Launching Sosialisasi Pengawasan & Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula, dengan sasaran 1.500 siswa baru secara tatap muka dan 9.500 siswa lainnya secara online, tersebar di 14 Lecamatan se-Kabupaten Demak. Harapan kami mereka bisa jadi Agent of Change Demokrasi,” kata Salim, pria penerima penghargaan tingkat ASEAN tersebut.
Sementara itu, kepala SMKN Karangawen, Sunarti, M.Pd, yang didampingi Wakasek Kesiswaan, Agung Fendi, ST, menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas peran serta PGSI dan BAWASLU, telah menyampaikan penguatan demokrasi bagi siswa baru dalam MPLS, agar siswa makin berkarakter.
Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU Bawaslu dengan SMKN Karangawen. (Red).













