Jakarta || Peran Teknologi Informasi juga
membuka celah potensi ancaman seperti hoaks, disinformasi, dan serangan siber. Selain itu, ancaman konflik yang bersifat multi domain baik melalui udara, siber, proksi, hingga antariksa, mengharuskan kita untuk terus mengasah kemampuan deteksi dini, interoperabilitas antar satuan, dan sistem pertahanan udara terpadu.
Demikian amanat Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., yang dibacakan oleh Kaskodau I Marsma TNI Arief Hartono, S.H., MNSA., pada upacara Bendera 17-an, tempat di Lapangan Makodau I, Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (17/6/26).
“Mencermati perkembangan
lingkungan strategis,baik global, regional, maupun nasional, ke depan kita masih akan dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin kompleks dan sulit diprediksi, meningkatnya eskalasi konflik diberbagai belahan dunia berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketahanan nasional. Dampak dari tekanan global seperti ketidakpastian pasar dan krisis energi memberikan pengaruh terhadap kesiapan operasional dan dukungan logistik,” ungkap Panglima.













