Oleh : A.Rusdiana
Sepekan lalu jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia tumpah ruah di Tanah Suci. Mereka meninggalkan keluarga, harta, jabatan, dan hiruk pikuk dunia demi menyambut panggilan Allah SWT. Namun para ulama mengingatkan, tujuan puncak ibadah haji bukan hanya menuntaskan rangkaian manasik, melainkan melahirkan pribadi bertakwa yang menyandang predikat “haji mabrur”.Rasulullah SAW bersabda:
“Al-Hajjul Mabrur Laisa Lahu Jazaa’un Illal Jannah”
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” [HR. Bukhari dan Muslim].
Pertanyaan besar kini menggema pasca kepulangan: bagaimana menjaga kemabruran itu agar tidak pudar diterpa rutinitas dunia?
1.Istiqamah dalam Ibadah: Konsisten, Bukan Sekadar Semangat Awal
Kunci utama menjaga kemabruran adalah istiqamah. Allah SWT berfirman:













