Bandunh,Bedanews.com
Wawancara Eksklusif Seputar Bahasa Langit atau Bahasa Digital: Kamis, 7 Maret 2026: 10;10 dengan Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM. Guru Besar Manajemen Pendidikan; Pegiat Komunitas Pena Berkarya Bersama di Kompasiana. Admin, Proposal Pendirian UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peraih Nominasi Penulis Opini terproduktitf di Koran Harian Umum Kabar Priangan (15/5/2025). Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat; Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.
“Nuzulul Qur’an mengajarkan: teknologi perlu arah, ilmu perlu nurani, dan hati perlu wahyu agar pendidikan tetap manusiawi.”
Nuzulul Qur’an bukan hanya peristiwa turunnya wahyu pertama, tetapi momentum lahirnya peradaban ilmu yang dimulai dari perintah Iqra’ membaca, memahami, dan menafsirkan kehidupan. Dalam konteks hari ini, pesan itu terasa mendesak ketika pendidikan berhadapan dengan dua kenyataan: kemajuan digital yang sangat cepat, dan luka sosial yang masih nyata. Kasus tragis anak 10 tahun di Ngada, NTT, yang diduga bunuh diri setelah tekanan biaya sekolah dan perlengkapan belajar, memperlihatkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya ramah bagi yang lemah. Di saat yang sama, Presiden Prabowo Subianto pada 15 Januari 2026 memang mengumpulkan rektor dan guru besar untuk membahas penurunan beban biaya kuliah serta peningkatan dana riset menjadi Rp12 triliun. Ini menunjukkan negara mulai membaca masalahnya, tetapi pendidikan tetap membutuhkan kompas moral agar kebijakan tidak berhenti pada angka.













