PEKALONGAN || Bedanews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah, Habib Luthfi bin Yahya, kemarin.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Habib Luthfi di Pekalongan tersebut, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BNN dengan tokoh agama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, kulo nuwun sekaligus memohon do’a restu kepada Habib Luthfi sebagai pejabat baru yang mengemban amanah memimpin BNNP Jawa Tengah.
Pada kesempatan itu, Kepala BNNP Jateng juga menyampaikan gambaran umum kondisi permasalahan narkoba di Jawa Tengah yang masih memerlukan perhatian serius serta kerja bersama lintas sektor.
“Kami sowan dan memohon doa restu Abah sebagai ulama sepuh yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Amanah ini tentu tidak ringan, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan moral dan spiritual, serta masukan dari para tokoh agama dalam menghadapi tantangan P4GN di Jawa Tengah,” ujar Toton Rasyid melalui keterangannya, Rabu (28/1). 
Lebih lanjut, Kepala BNNP Jateng memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan, termasuk salah satu program unggulan, yaitu ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Dari Narkoba). Program ini diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini dengan menyasar anak-anak dan remaja melalui edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, serta penanaman nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
“Program ANANDA BERSINAR merupakan upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba sejak usia dini. Kami ingin anak-anak Jawa Tengah tumbuh sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang cerah tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa, perlindungan generasi muda harus dimulai sejak fase paling awal kehidupan. ANANDA BERSINAR hadir bukan sekadar sebagai program, tetapi sebagai intervensi berbasis perkembangan yang memanfaatkan momentum emas pertumbuhan anak untuk menanamkan nilai, kesadaran, serta ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Habib Luthfi bin Yahya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan BNNP Jawa Tengah. Menurutnya, persoalan narkoba tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial dan kebangsaan generasi muda saat ini. Secara khusus, Habib Luthfi juga menyatakan dukungannya terhadap gerakan ANANDA BERSINAR serta menyampaikan kesiapan untuk membantu pemerintah apabila program tersebut dijalankan demi kemaslahatan umat dan masa depan generasi muda.
“Banyak anak muda sekarang yang salah arah. Salah satunya karena kurangnya wawasan kebangsaan dan rasa bela negara yang sudah jarang digaungkan. Padahal, kecintaan terhadap bangsa dan negara merupakan fondasi penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk narkoba,” tutur Habib Luthfi.
Habib Luthfi juga menekankan bahwa, perang melawan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama (sengkuyung) dengan melibatkan seluruh elemen bangsa. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pihak swasta, hingga keluarga harus bersinergi dan mengambil peran masing-masing.
“Perang melawan narkoba ini tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN saja. Semua harus terlibat. Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta, semuanya harus sengkuyung. Kalau bersama-sama, insyaallah hasilnya akan lebih kuat,” pesannya.
Selain itu, Habib Luthfi menegaskan pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mendidik serta menjaga anak-anaknya. Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter serta kualitas generasi penerus bangsa. “Peran orang tua harus terus diperkuat. Bagaimanapun juga, keluarga adalah madrasah pertama. Jika keluarga kuat, Insya Allah anak-anak akan lebih terjaga dari pengaruh buruk, termasuk narkoba,” lanjut Habib Luthfi.
Habib Luthfi juga memandang bahwa, upaya menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, khususnya di kalangan generasi muda, merupakan kebutuhan mendesak saat ini. Menurutnya, hanya bangsa yang mencintai negaranya dengan sungguh-sungguh yang akan mampu menjaga, mempertahankan, serta membangun kemajuan bangsanya.
Menutup rangkaian silaturahmi tersebut, Habib Luthfi bin Yahya secara khusus mendo’akan agar Kepala BNNP Jawa Tengah beserta seluruh jajaran diberikan kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan tugas serta menghadapi tantangan permasalahan narkoba yang semakin kompleks, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri oleh beberapa Pejabat Utama (PJU) BNNP Jawa Tengah serta Kepala BNNK Batang sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara BNN dan tokoh agama dalam rangka mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari narkoba. (Red).











