Oleh: Sugiyanto (SGY)–Emik. (Pengamat Ibu Kota)
JAKARTA || Bedanews.com – Sebagai warga yang memiliki KTP Jakarta dan mengikuti dinamika persoalan banjir di ibu kota, saya merasa perlu meluruskan pemahaman publik terkait penjelasan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengenai penyebab banjir serta kritik yang disampaikan WALHI dan LBH Jakarta. Uraian ini saya susun berdasarkan pemberitaan media online beberapa hari terakhir, sekaligus sebagai respons atas kritik yang menurut saya tidak tepat sasaran.
Persoalan ini bermula dari penjelasan Gubernur Pramono tentang banjir Jakarta pada Januari 2026. Ia menyampaikan bahwa, curah hujan ekstrem yang mencapai sekitar 200–260 milimeter per hari menjadi faktor utama meluasnya genangan di berbagai wilayah Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara dan Pusat. Puncak curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari, yakni 267 milimeter per hari. Menurutnya, angka tersebut merupakan curah hujan yang sangat tinggi dan jarang terjadi di Jakarta.










