Subang, BEDAnews
Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, menyatakan keprihatinannya karena saat ini masih ada program kegiatan yang bersifat mercusuar projek yang tidak langsung berhubungan dengan proses pengentasan kemiskinan.
Sementara dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang diperuntukan bagi warga miskin melalui proses pemberdayaan masyarakat, angka kemiskinan dapat dikurangi secara bertahap, dari sebelumnya sepuluh persen kini menjadi delapan persen atau sekitar 4 juta KK.
Karenanya jumlah warga miskin di setiap kelurahan harus disurvei dan divalidasi ulang oleh warga di masing-masing kelurahan secara bertahap, demikian diungkapkan wagub Jabar, Jum’at lalu (20/7) saat monitoring pelaksanaan Program PNPM Perkotaan di beberapa wilayah di Kabupaten Subang, mulai dari Desa Kumpay, Sarireja dan berakhir di desa Curugrendeng Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang.
Berdasarkan survei dari seluruh progam pemerintah, lanjut Dede, yang tepat sasaran adalah PNPM karena telah berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 8 % dari 10 %.
Sehingga angka tersebut telah menunjukkan Jawa Barat berada di bawah rata-rata nasional yang masih berkisar antara 10 – 11 persen dari jumlah penduduk, dengan salah satu indikator keberhasilan faktor pengentasan kemiskinan adalah semakin baiknya kondisi infrastukrur jalan.
PNPM Mandiri di Jawa Barat sendiri, telah dilaksanakan di 26 kabupaten/kota dengan jumlah kelurahan sasaran mencapai 1.679 kelurahan.
Wagub yang juga Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Jawa Barat, menyatakan PNPM Mandiri Perkotaan di Provinsi Jawa Barat yang digulirkan sejak tahun 2008 hingga 2011, telah berhasil menurunkan jumlah angka kemiskinan sebesar 2,92 persen.
”Hal ini didukung oleh data BPS Jabar dimana telah terjadi penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jabar sebesar 2,92 persen. Penurunan ini merupakan hanya kontribusi dari program PNPM saja,” jelasnya. (Hermanto)











