Garut, BEDAnews
Operasi patuh lodaya 2012 yang dilakukan satlantas polres Garut selama 2 minggu berturut turut, mendapat apresiasi dari DPC Organda kabupaten Garut. Melalui ketua DPC Organda kabupaten Garut, Dayun Ridwan menyatakan terima kasihnya atas apa yang dilakukan oleh satlantas polres Garut.
Operasi patuh lodaya yang dilakukan satlantas polres Garut tidak hanya menjaring atau melakukan razia pada kendaraan motor roda dua dan kendaraan pribadi, tapi juga melakukan razia pada angkutan umum dengan segala jenis angkutan, baik angkutan pedesaan (angped), angkutan kota (angkot), angkutan barang, bus besar dan sebagainya.
"Kami menyadari anggota DPC Organda kabupaten Garut 70% nya belum memenuhi aturan atau persyaratan mengemudi yang harus dipenuhi oleh pengemudi, seperti memiliki SIM sesuai peruntukannya, membawa STNK, melakukan Uji KIR, membawa fasilitas penunjang dalam berkendaraan dll," ujar Dayun yang didampingi Anwar Hidayat, kepala Bidang Pelayanan DPC Organda Kabupaten Garut.
DPC Organda sendiri bukannya diam, namun terus melakukan pembinaan kepada anggotanya, terutama pengusaha pemilik kendaraan, secara rutin pengurus DPC memberikan himbauan kepada para pengusaha agar pengemudi angkutannya dibekali dengan segala jenis persyaratannya dalam mengemudi, seperti SIM, STNK, KIR, dongkrak, dll.
Namun karena keengganannya, banyak pengusaha anggota organda yang kadang acuh tak acuh dan cenderung membiarkan syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi. "Kalau ada masalah seperti ditilang misalnya, barulah para anggota kami mengurus pembuatan SIM, atau datang ke organda untuk meminta bantuan mengambil tilang," tutur Dayun.
Dayun sendiri beralasan kenapa para pengusaha angkutan yang dihimbau, karena dari sisi materi mereka dianggap mampu untuk memenuhi persyaratan tersebut diatas, beda dengan para pengemudi yang sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah.
"Banyak dari pengemudi ini secara SDM kurang sekali, secara finansial juga belum memiliki materi yang cukup untuk membuat SIM, juga kebanyakan dari karakter para pengemudi yang ingin segalanya serba instan, tanpa mau berepot repot berurusan secara administratif, jika kena tilang barulah mereka datang ke Organda," jelas Dayun.
Sementara Anwar yang juga ketua KKSU 12 menuturkan, untuk mengantisipasi pembuatan SIM para pengemudi, para pengusaha di beberapa KKSU sudah menjalankan program menabung bagi para pengemudi. "Kadang tiap hari mengumpulkan uang mulai dari nominal Rp. 500 keatas, setelah semuanya terkumpul barulah anggota yang pengemudi ini oleh Organda diantar untuk membuat SIM A Umum," pungkasnya. (Yuyus)












