Damai Hari Lubis (Pengamat Hukum-Politik Mujahid 212)
JAKARTA || Bedanews.com – Maruarar Sirait, pembantu Presiden RI dibidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) membuat orang miskin tertekan batinnya, karena pada Rabu (18-12-2024) dalam pernyataannya di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat yang banyak dilansir berbagai media, Maruarar menyebut, “masyarakat tidak punya” dengan label miskin, dengan alasan karena belum memiliki rumah pertama, atau masih tinggal dirumah kontrakan.
Sebagai aparatur pemerintah Maruarar, seharusnya hindari penyebutan dengan label “miskin”, sekalipun nyatanya memang orang miskin”. Idealnya Maruarar menyebut, “Masyarakat Prioritas Penerima Manfaat Rumah Tinggal (MPPMRT)”, jadi tidak menyebut dengan konotasi yang merendahkan martabat orang miskin, karena kata miskin tidak elok untuk digunakan.













