Bandung, BEDAnews
Menjelang berakhirnya masa tugas Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat pada Bulan Desember 2012, BNP Prov Jabar kembali melaunching film sosialisasi penanggulangan Narkoba yang diproduksi dengan biaya sendiri dari BNP yang berjudul “Kita Bisa”.
Ketua Umum BNP Jawa Barat. H. Dede Yusuf yang juga wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan keberadaan BNP di Jawa Barat telah berhasil menurunkan peringkat Jawa Barat dari rangking ke-1 penyalahgunaan narkoba, menjadi rangking ke-6. Dengan dileburnya BNP ini, maka penanganan masalah narkoba akan ditangani oleh Badan Narkotika Nasional.
“Akhir-akhir ini kita sudah banyak melihat anak muda terjun kebioskop mencari film-film pilihan apakah itu film luar negeri, film tentang hantu, pocong dll, oleh karenannya kami berpikir, kenapa tidak ?” kata Dede saat launching Film produksi BNP Jabar “Kita Bisa” yang cuma menghabiskan anggaran Rp. 130 juta tersebut.
Pemerintah membuat sebuah program propaganda atau sosialisasi program pemerintah melalui film, tentu dengan bumbu-bumbu ciri khas dari film. “Kita coba lakukan ini karena memang kita punya kemampuan untuk melaksanakannya. Kebetulan di Bandung banyak sekali seniman baik seniman film, musisi yang banyak potensi untuk itu. Siapa tahu film ini akan jadi medium atau alat untuk sosialisasi terhadap bahaya narkoba kepada sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawab kita,” ungkap Dede Yusuf saat nonton bareng bersama wartawan dan pelajar SMA di bioskop XXI Bandung Indah Plaza (BIP), Rabu (11/7).
Sehingga lanjut wagub, besok-besok kita bisa mengurangi biaya cetak buku, leaflet brosur, dan sebagainya. “Cukup kita menggandakan CD nya saja yang hanya dua ribu atau tiga ribu rupiah saja. Itu bisa disebarkan disekolah-sekolah”, katanya.
Diungkapkannya pula, sekitar 1.000 keping DVD film “Kita Bisa” akan disebar di sekolah-sekolah yang ada di Jabar. Itu dimaksudkan sebagai bagian dari kampanye anti narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar. Selain disebar ke sejumlah sekolah dalam bentuk DVD, film itu juga direncanakan tayang di 17 stasiun televisi lokal di Jabar.
Sementara Kabid Operasional BNP Jabar M Nizar menyatakan, film itu merupakan bagian dari inovasi BNP Jabar dalam upaya pencegahan penggunaan narkotika di kalangan remaja. "Jadi memang perlu ada upaya dari kita untuk menekan masalah narkotika, jangan sampai mencuat di Jabar," jelas Nizar. (Hermanto)











