• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Sekda Jabar Tekankan Pendekatan Humanis dan Kolaborasi untuk Sukseskan Survei Status Gizi Indonesia

Sekda Jabar Tekankan Pendekatan Humanis dan Kolaborasi untuk Sukseskan Survei Status Gizi Indonesia

herz by herz
18 September 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KOTA BANDUNG. BEDAnews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan, komunikasi yang baik, pendekatan humanis, dan kolaborasi, menjadi kunci suksesnya Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Hal itu dikatakan Herman saat menghadiri rapat Persiapan SSGI dan Akselerasi Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Jawa Barat, di Kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Rabu (18/9/2024).

“Kita harus bisa membangun komunikasi yang baik agar mereka benar-benar memahami betapa pentingnya pengukuran gizi balita, terutama terkait stunting, untuk kemajuan daerah kita,” ujar Herman.

Dalam rapat tersebut, Herman juga mengusulkan strategi taktis untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas enumerator atau petugas lapangan pengumpulan data. Salah satunya dengan mengundang enumerator ke acara formal bersama kepala daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman enumerator sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi.

BeritaTerkait

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026

“Ini bukan intervensi, melainkan cara untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa data yang mereka kumpulkan sangat berarti bagi kami. Sebuah angka bisa saja terlihat kecil, tetapi dampaknya sangat besar untuk kebijakan yang akan kita ambil,” tutur Herman.

Untuk memastikan ketelitian, Herman mendorong keterlibatan bidan dan petugas puskesmas sebagai pendamping enumerator saat melakukan pengukuran.

“Keberadaan tenaga kesehatan ini penting agar tidak ada ruang bagi kesalahan dalam pengukuran, sehingga kita mendapatkan hasil yang benar-benar akurat,” ucapnya.

Menurut Herman, Pemda Provinsi Jabar berharap SSGI dapat menghasilkan data yang lebih baik dan akurat, sehingga intervensi yang dilakukan untuk mengatasi stunting dapat lebih tepat sasaran dan efektif.@

Previous Post

Sukseskan Program Ketahanan Pangan Pemerintah, Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Distribusikan Sembako Beras Kepada Warga Kampung Sipias

Next Post

Tinjau Lokasi Terdampak Gempa, Bey: Keselamatan Warga yang Utama

Related Posts

TNI-POLRI

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026
TNI-POLRI

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
Next Post

Tinjau Lokasi Terdampak Gempa, Bey: Keselamatan Warga yang Utama

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021