KAB. BANDUNG || bedanews.com — Mendadak bulu kuduk merinding sekujur badan, ketika tercium wangi bunga melati diseputaran kami berempat yang bermalam di kaki GunungTilu Pangalengan, Kamis lalu 3 Agustus 2023.
Tak berlangsung lama, Jleg! Sosok perempuan berparas jelita menjelma dihadapan kami dan mempertanyakan keberadaan kami berada di kaki gunung.
Lidah kami terasa kelu untuk menyatakan siapa kami berikut ada apa kami disini, semua hanya bisa terdiam dan mata masih terkesima dengan kecantikan sosok perempuan itu yang hadir secara tiba-tiba.
Perempuan cantik berkemben merah dan selendang biru itu tersenyum menawan, lalu menyebutkan namanya dengan lembut, “Saya Nyi Mas Ayu Kancana Wungu Purbamanik. Kebetulan lewat ada kalian berempat di kaki gunung,” katanya pelan sambil menyunggingkan bibirnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, kalau dirinya bukanlah penghuni Gunung Tilu, tapi ia tak menyebutkan dimana dirinya bersemanyam. Dan kami tetap diam dalam ketakutan serta ketidakpercayaan akan kedatangan dirinya.
Selanjutnya Nyi Mas Ayu Kancana Wungu mengungkapkan, kalau ia bukanlah mahluk yang suka mengganggu manusia. Tapi ia paling benci kepada manusia yang meminta sesuatu kepada makhluk sejenisnya, yaitu golongan jin dan siluman.
“Baik-baiklah kalian memanfaatkan waktu untuk selalu berbuat kebaikan, karena itu merupakan bekal nyata untuk menuju kebahagiaan,” ujarnya.
Usai menasehati kami berempat, perlahan-lahan sosok cantik menipis hingga kemudian hilang tanpa jejak. Kami menghela napas lega. Tapi kami kaget kenapa saat dihadapannya tak mau mengucapkan sepatah katapun. Padahal sebelumnya kami leluasa bertukar kata.
Inilah sepenggal pengalaman yang kami tulis sebagai pembelajaran bagi kita semua, bahwa tidak semua makhluk astral itu jahil dan jahat. Karena pada hakekatnya mereka juga kita semua merupakan ciptaan Alloh SWT yang hidup matinya adalah dalam Kuasa-Nya.***













