KAB. BANDUNG || bedanews.com — Merasa dipilih dan dipercaya oleh masyarakat khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) 1, H. Eep Jamaludin Sukmana, menyatakan kalau dirinya pasti mempunyai kewajiban memberikan bukti kerja nyata bukan hanya janji.
Pada sambutannya di Reses DPRD Kabupaten Masa Sidang II, legislator dari Fraksi PAN itu membahas masalah Kemiskinan Ekstrim yang menurutnya tidak berbeda dengan “Fakir.”
Solusi dari paradigma tersebut, ia mengemukakan harus ada perubahan mindsetnya melalui pengembangan sumber daya manusia. “Karena masalah kemiskinan itu bukan saja menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten, malah Provinsi juga Pusat pun sama,” katanya di GOR Khoer, Desa Kramatmulya Kecamatan Soreang, Senin 13 Pebruari 2023.
Makanya kepentingan publik harus menjadi prioritas, tambah Eep, alasannya karena hal itu merupakan tanggung jawab juga kewajiban semua anggota dewan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Mengenai pembangunan-pembangunan yang sudah dilaksanakan, ia mengungkapkan, kalau hal itu diimplementasikan berdasarkan aspirasi-aspirasi diterima setelah melalui proses evaluasi dan verifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Itu salah satu bukti kerja nyata dalam memperjuangkan aspirasi dari masyarakat.
Ia berharap dalam perjuangannya nanti jangan sampai ada halangan berupa covid atau yang lainnya. Karena perjuangan yang dilakukan itu ditegaskannya bukan untuk kepentingan dirinya sendiri tapi untuk masyarakat.
Untuk pelayanan warga sakit, ia mengemukakan kalau pelayanan RS Daerah dinilainya kurang perhatian terhadap warga terutama bagi yang miskin. Itu sudah banyak terjadi menimpa warganya yang membutuhkan pelayanan pengobatan.
“Hari ini saya meminta dukungan kepada semua pihak agar bisa memaksimalkan pengabdian saat memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat bangkit pastinya perekonomian akan turut meningkat, lanjutnya, motivasi untuk mencapai harapan itu dengan mengembangkan sumber daya manusia sebagai pelaku usaha kreatif.
Dan saya menyatakan diri untuk memfasilitasinya demi menghindari kemiskinan ektrim,” pungkasnya.***













