KAB. BANDUNG || bedanews.com — Niat FT (40), warga Soreang, berhenti menjadi nasabah Bank Emok didorong suaminya, Ww(45), seorang pedagang mainan keliling, Selasa 27 September 2022, yang dikatakannya hanya membuat hubungan keluarganya tidak harmonis.
Sebelumnya saat menjadi nasabah bank emok, dikatakan FT, setiap hari Selasa selalu memaksa suaminya untuk mendapatkan uang lebih untuk membayar angsuran. Bermula dari hal itu timbul percekcokan kecil, karena ia merasa menjadi kewajiban untuk melakukan pembayaran.
Bercermin dari kejadian itu, ia menyesali telah membuat suaminya marah dan kesal disebabkan tuntutannya untuk membayar angsuran. “Padahal suami saya sudah cape berkeliling menjajakan dagangannya. Dan penghasilan yang diperolehnya tidak tetap,” katanya melalui telepon.
Setelah berunding dengan suaminya, ahirnya FT sepakat menjual perhiasannya hanya untuk melunasi angsuran ke bank emok. Dan berjanji tidak akan terpikat lagi dengan segala kemudahan dalam prosesnya yang setelah dipikirkannya tidak ada toleransi sama sekali.
“Suami sakit, anak sakit, ada anggota keluarga meninggal, atau masalah lainnya, mereka tidak peduli sama sekali. Kami tetap harus membayar atau tanggung renteng sesama nasabah,” ujarnya.
Ia mengira akan ada kebijakan lain. Nyatanya para pekerja bank emok tidak pernah peduli dengan kesulitan yang dialami nasabahnya. Entah bagaimana kalau masalah yang dialami nasabah menimpa pekerja bank emok, “Apa mereka akan tetap menagih iuran nasabah atau libur?” ungkapnya.
Namun yang jelas ia sekeluarga memanjatkan syukur Alhamdulillah bisa terlepas dari bank emok sehingga keluarganya bisa aman dan nyaman kembali.***













