KAB. BANDUNG || bedanews.com — Berdiri sejak 26 Desember 2018 lalu, Paguron Pencak Silat Macan Kumbang Pajajaran (MK), dikatakan Ketua MKP Jawa Barat, Asep Syamsul Falah, di Jalan Gajag Eretan Desa Gajah Mekar Kecamatan Kutawaringin, Selasa 23 Agustus 2022, sudah semakin jelas dalam membuktikan eksistensinya.
Asep menambahkan, saat ini sudah ada 17 Cabang Paguron MKP di Kabupaten/Kota, dan di Gajah Eretan ini merupakan cabang yang ke 17 dengan Ketua Umum yang ditunjuk, Purnawirawan Polisi AKBP Drs. H. Sumintha, yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bandung.
Secara global Asep menjelaskan, makna dari MKP yang menurutnya melambangkan kekuatan, kewibawaan, keanggunan, dan kepercayaan diri, karena Macan itu merupakan bagian dari Kerajaan Pajajaran dengan Rajanya Sang Prabu Siliwangi. Dengan filosopi macan ini menunjukkan kekuatan orang Sunda yang terbentuk dari rasa kebersamaan.
“Untuk perkembangannya nanti, kita akan melakukan pembinaan dan pematangan pelatihan dengan memanfaatkan setiap penyelenggaraan event,” katanya di lokasi.
Ia juga menegaskan, bahwa MKP merupakan Seni Beladiri Pencak Silat Modern yang diciptakan sesuai dengan perkembangan zaman. Dan MKP akan diupayakan terus berkembang secara signifikan agar keberadaannya bisa lebih dikenal termasuk potensi dan kompetensinya.
Sementara pengurus MKP, lanjutnya, melibatkan praktisi dan politisi berikut tokoh-tokoh sebagai latar belakang pendiriannya yang dituntut untuk berbuat kegiatan yang monumental sebagai terobosan dalam perkembangannya. Karakter Macan itu mandiri dan independen, setiap gerak langkahnya pasti juga terarah, begitu juga dengan MKP bangkit dalam satu komando bisa menjadi yang terbaik di antara yang ada.
Ia mengakui, langkah awal yang sudah ditempuh MKP, dengan mengikuti pertandingan di O2SN, PorPemkab, dan sudah masuk ProProv. “Ini merupakan langlah awal yang sudah dilakukan dalam rangka memperkenalkan MKP kepada masyarakat. Karena target selanjutnya MKP bisa merambah di luar daerah, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Mudah-mudahan saja apa yang diharapkan MKP bisa segera terimplementasikan, lanjutnya, agar perkembangannnya bisa lebih cepat. Rencana lainnya ia beserta pengurus akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung juga Kabupaten/Kota dengan harapan MKP bisa dijadikan sebagai ekstra kulikuler di tingkat SD, dan SMP.
Ketua Umum MKP yang baru dilantik, Drs. H. Sumintha, MH., menyebutkan, keberadaan MKP bisa menjadi pemicu semakin berkembangnya masyarakat yang mencintai seni budaya daerah. Hal itu jelas bisa membangkitkan gairah kecintaan generasi muda untuk kembali turut melestarikan budayanya sendiri.
“Sebab untuk maju dan meraih keberhasilan memerlukan pemikiran perencanaan yang matang. Namun yang jadi prioritas tumbuh kuatnya rasa tanggung jawab serta kebersamaan dalam merealisasikan harapan kita,” imbuh Sumintha.
Karena keberhasilan hanya bisa diperoleh dengan kerja keras dan kegotongroyongan. Untuk itu MKP akan senantiasa melakukan pembinaan komunikasi yang harmonis dengan mengedepankan peraihan prestasi dalam setiap kesempatan.***













