Oleh: Hendry Ch Bangun
Banten – bedanews.com – Ada suatu masa ketika menjalankan tugas ke luar kota untuk urusan Persatuan Wartawan Indonesia, malam hari kami semua berkumpul untuk meringankan beban pikiran.
Lalu ketika di rumah makan atau ruang pertemuan ada musik hidup, satu persatu diminta bernyanyi.
Siapapun wajib bernyanyi. Bahkan konon ada pameo, seorang calon pemimpin di PWI harus berani buka suara di depan rekan-rekannya. Kalau menyanyi depan teman saja saja tidak berani, bagaimana dia menghadapi khalayak, kira-kira begitu pembenarannya. Semacam tes mental.
Di era Tarman Azzam almarhum, lagu yang paling banyak dinyanyikan adalah Surga Di Telapak Kaki Ibu gubahan Said Effendi yang popularitasnya tembus sampai ke Semenanjung Malaysia.
Liriknya tentang bagaimana jasa seorang ibu mengandung, melahirkan, membesarkan, anaknya dengan penuh kasih sayang, sehingga seumur hidupnya seorang tidak mampu membalas jasa ibunya dan oleh karena itu sebesar apapun baktinya surga itu hanyalah sampai di telapak kaki ibu.













