KAB. BANDUNG || bedanews.com — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, H. Harjoko Sangganagara, masalah sosial sudah menjadi prioritas dari kinerjanya dari dulu, termasuk pada penanggulangannya.
Saat ini ia menambahkan, sedang mencari solusi permasalahan minyak goreng yang langka dan harga mahal. Namun belum bisa diimplementasikan karena kesulitan memperoleh minyak goreng tersebut.
“Kita akan menjual minyak goreng itu sesuai dengan standar dan akan dilakukan di setiap dapil. Sayangnya hingga sekarang kita kesulitan memperoleh minyak goreng itu,” katanya melalui telepon, Minggu 6 Maret 2022.
Ia juga membahas masalah kenaikan sembako menjelang bulan Ramadhan, menurutnya, hal itu harus segera di antisipasi pemerintah melalui Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Sosial, agar masyarakat miskin tidak kesulitan membeli atau memperoleh kebituhan hidupnya.
Upaya lainnya yang dilakukan PDI Perjuangan, Harjoko mengimbau kepada para anggota Dewannya agar memanfaatkan lahan kosong yang ada dengan bercocok tanam dan jangan sampai di jual.
Dengan memberdayakan lahan itu, ia optimis PDI Perjuangan bisa membantu kebutuhan masyarakat setelah panen. Itu harus menjadi kewajiban kader PDI Perjuangan dalam memberikan pengabdian dan melayani masyarakat.
Sementara kebutuhan pupuk atau bantuan untuk pertanian, ia menilai banyak yang salah sasaran. Banyak masyarakat petani yang membutuhkan bantuan tersebut tapi tidak pernah menerimanya. Kenyataan itu dijadikan motivasi bagi PDI Perjuangan untuk mandiri dan berbagi.
“Insha Alloh kita akan berbuat untuk rakyat, demi kebaikan rakyat, dan membangkitkan kesejahteraan rakyat dengan kinerja kami dan pengabdian serta pelayanan,” ujarnya.***













