KAB. BANDUNG || bedanews.com — Oknum sopir angkot trayek Soreang-Cimahi yang tidak diketahui No Pol kendaraannya, memasang tarif seenaknya kepada penumpang saat malam hari.
Dua orang pemuda yang tampak setengah teler itu, kepada penumpang mengatakan, ongkos untuk ke Jalak Harupat sampai Gajahmekar dikenakan Rp10 ribu, dengan alasan tidak ada angkot lagi.
Tarif tersebut membuat para penumpang terpaksa turun, karena merasa keberatan dengan permintaan oknum sopir tersebut. Selain itu, para penumpang merasa kwatir melihat keadaan oknum sopir yang setengah teler. “Daripada ojek mahal mendingan naik angkot,” teriaknya, Rabu 26 Januari 2022 di Soreang.
Tapi para penumpang yang berjumlah 3 orang itu, bersikukuh memilih naik ojek daripada angkot itu. Alasannya seperti diungkapkan Imas, warga Margaasih, bisa lebih aman walaupun rada mahal.
“Saya takut dengan keadaan itu. Apalagi sopirnya kelihatan rada teler seperti itu, bisa-bisa saat mengemudikan angkot ugal-ugalan,” ujar Imas.***










