Bandung BEDAnews
Penanganan banjir dampak dari melubernya aliran sungai Citarum melalui pengerukan yang dilakukan oleh Kementrian PU melalui BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum dinilai tidak efektif mengatasi permasalahan banjir Bandung Selatan.
Hal ini dikemukakan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar DR. Sunatra dalam evaluasi akhir tahun kinerja pemerintah. di Ruang DPRD Jabar. Bandung Rabu (31/12)
Dikatakan, penanganan banjir Di Jabar selatan, yang didanai melalui sumber dana dari Kementerian PU melalui BBWS Citarum penanganan banjir melalui program pengerukan tak efektif atasi banjir faktanya luas areal Kecamatan yang terkena banjir malahanh makin meluas
Terkait, dengan Hal tersebut Fraksi Gerindra mendesak Pemerintah Pusat, agar program tersebut diserahkan ke daerah bisa Pemprov atau Pemkab agar pemerintah di daerah memiliki kewenangan untuk mengawasi kegiatan tersebut.
Sunatra juga mengingatkan, bagi lahan yang sudah di relokasi dan sudah dibebaskan, yang berbentuk bangunan diminta segera diratakan dan dibentuk hutan kota, hal ini juga terkait dengan implementasi perda sempadan air yang dudah dimiliki Pemprov Jabar yang salah satunya mengatur, dalam radius 200 meter lahan sekitar sungai harus dijadikan daerah penghijauan.
Sementara mengenai kinerja pemerintahan anggota DPRD Jabar yang dilantik 1 September 2014 ini menilai. “Kinerja pemerintahan kalau diukur dengan penyerapan APBD Provinsi Jabar secara umum sudah terealisasi dengan baik, tetapi dengan berbagai catatan”.katanya@hermanto













