Cimahi, BEDAnews-
Bagi sebagian orang kuburan mungkin tempat yang menakutkan apalgi jika harus tinggal disana selama puluhan tahun. Namun tak demikian dengan Ma Acih (78) warga RT 02/18 Kelurahan Leuwigajah kecamatan cimahi Selatan. Karena kemiskinannya, nenek asal Baros Seneng Kelurahan Utama ini terpaksa harus bertahan di rumah yang dibangun diatas kuburan. “30 tahun lalu saya bersama almarhum suami membeli kandang domba yang ada di kuburan ini seharga Rp 20 ribu lalu kami gunakan untuk tempat tinggal, karena kebutuhan lalu kami perlebar untuk dijadikan rumah tinggal “ kata nenek beranak enam ini.
Dikatakan Acih, dia bersama keluarga tak merasa takut meskipun ada beberapa kuburan didalam rumahnya. Hal itu karena dia dan keluarga harus tetap bertahan ditengah panasnya terik matahari dan guyuran hujan. Usai ditinggal almarhum suaminya, Acih menghidupi keluarganya dengan berjualan lotek. “ Meskipun saya punya anak tapi saya tetap ingin bertahan disini karena tidak mau menyusahkan anak dan menantu, dari jualan lotek saya bisa mendapatkan keuntungan Rp 20 ribu untuk makan sehari-hari,” ujar Acih Minggu (15/12).
Sedangkan Ade Karyana, (30) keluarga Ma Acih mengatakan, kondisi keluarganya ini sempat diekspos media massa pada 2009 lalu, malahan beberapa anggota DPRD Kota Cimahi pernah datang melihat kondisi rumah Ma Acih, dan menjanjikan untuk membantu perbaikan rumah Ma Acih, namun sudah empat tahun berlalu, tak ada realisasinya. “Sebagian tanah yang dibangun rumah Ma Acih adalah hak miliknya hasil pemberian mertua Ma Acih, sebagian lagi merupakan tanah wakaf keluarga yang dijadikan lahan kuburan,” kata Ade. (bun).











